Rumah Walet Kayu: Desain Terbaik dan Pahami Resikonya

Rumah walet tidak hanya dapat dibangun dari material seperti batu bata atau sejenisnya, namun juga dapat dibuat dari material yang lebih murah yaitu kayu. Untuk petani walet yang baru saja memulai bisnis sarang burung walet ini, tidak ada salahnya jika mencoba untuk memulai membangun rumah burung walet dari kayu terlebih dahulu. Beberapa jenis kayu yang bisa digunakan yaitu kayu Jati, kayu Sengon, kayu Meranti, kayu Bangkirai, dan lain sebagainya.

Meskipun terbuat dari kayu, pastikan bahwa luas dari bangunan rumah walet tersebut masih cukup dan menjangkau ruang gerak burung walet, setidaknya ukuran minimal yang banyak digunakan dan disarankan oleh para pakar yaitu 4 meter. Selain itu, mencoba membuat rumah walet dengan 2 lantai terlebih dulu juga patut untuk dicoba dan akses untuk naik ke lantai 2 bisa menggunakan tangga dari bambu atau sejenisnya. Memanfaatkan bahan yang ada dan sederhana namun tetap memaksimalkan produktivitas dari rumah walet adalah hal yang harus dicoba sehingga rumah burung walet tersebut memiliki prospek yang bagus.

Cara Membangun Rumah Burung Walet Kayu

Untuk menghasilkan rumah walet yang prospektif dan menguntungkan, ada beberapa hal atau tahapan yang harus diperhatikan ketika membangun rumah walet, beberapa diantaranya yaitu :

Menentukan Lokasi dan Gedung

Sebagai langkah awal, penentuan lokasi dan gedung yang akan dibangun adalah hal yang krusial dan penting. Menentukan luas dan tinggi perlantai dari rumah walet yang akan dibangun juga harus melihat serta disesuaikan dengan berbagai pertimbangan yang matang.

Penggunaan Bahan Kayu Terbaik

Seperti judulnya bahwa kali ini kita membahas rumah walet yang terbuat dari kayu, maka sebagian besar bahan yang digunakan adalah kayu. Ada beberapa jenis kayu yang bisa digunakan dalam membuat rumah walet ini, pilihlah sesuai dengan kebutuhan. Beberapa bahan atau material pendukung lainnya bisa berupa seng sebagai dinding luarnya, aluminium foil sebagai penahan panas yang di bagian dalamnya akan dilapisi dengan kalsiboar yang dipasang terbalik.

Pembuatan Kolam

Pada dasarnya pembuatan kolam adalah hal terpenting yang tidak boleh diabaikan dalam pembangunan rumah walet kayu. Pembuatan kolam bertujuan untuk bisa memperoleh kelembaban, jika kelembaban yang dimilik ibagus maka masalah yang akan timbul seperti burung walet yang tidak datang atau tidak menginap bisa diminimalisir dengan baik.

Pembuatan Ventilasi

Untuk menjaga kestabilan suhu dan tingkat kelembaban ruangan yang dibuat semirip mungkin dengan habitat asli burung walet yaitu goa, diperlukan pembuatan ventilasi. Ventilasi dapat dibuat dari kayu maupun pipa 3in atau 4in dengan jarak yang dibuat sekitar 1 meter.

Menentukan Material Lantai

Rumah walet kayu bisa mengunakan kalsiboard dengan ketebalan 6 mm yang juga dilapisi campuran semen serta pasir dengan ketebalan 2 hingga 3 cm. Penentuan material lantai yang digunakan juga berpengaruh pada kelembaban udara pada ruang rumah walet tersebut, oleh karena itu ada baiknya pemilihan material ini dipertimbangkan secara matang agar segala kesalahan yang terjadi nantinya bisa dicegah.

Pahami Resiko Membangun Rumah Walet dari Kayu

Dengan berbagai macam kelebihan dan keuntungan yang didapatkan dari rumah walet dari bahan kayu tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu perlu diketahui bahwa burung walet tidak terlalu menyukai dengan aroma atau bau khas alami dari kayu. Oleh karena itu, bagi Anda yang memilih kayu sebagai bahan utama dalam pembuatan rumah walet, ada baiknya jika kayu tersebut dijemur terlebih dulu dalam kurun waktu 5 hingga 8 bulan guna menghilangkan bau serta membuat tekstur kayu menjadi benar – benar kering. Selain itu, bisa juga disemprot parfum burung walet ke kayu – kayu yang akan digunakan sehingga burung walet akan merasa nyaman untuk menetap di rumah walet yang sudah disediakan.