Cara Efektif Dalam Panen Sarang Walet

Panen sarang burung walet dapat dilakukan ketika sarang walet tersebut sudah siap untuk dipetik atau dalam keadaan sudah siap panen. Selain itu, proses panen sarang walet juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena jika terjadi kesalahan dalam memanen akan berakibat fatal bagi hasil panen sarang burung walet itu sendiri. Waktu yang tepat untuk panen sarang burung walet yaitu pada saat musim kawin burung walet terjadi dan dalam satu tahun terdapat beberapa waktu musim kawin. Untuk mengetahui kapan musim kawin burung walet terjadi, cukup perhatikan burung walet tersebut, ketika burung walet tersebut kembali ke sarangnya terlalu cepat atau sekitar pukul 3 sudah kembali dan berkerumun di atas gedung walet, maka tandanya sudah mulai memasuki musim kawin burung walet.

Menurut para pakar walet, ketika musim kawin terjadi, burung walet dapat memproduksi liur jauh lebih cepat jika dibandingkan keadaan normal, oleh karena itu ketika proses panen dilakukan pada waktu tersebut, maka walet tidak lagi memiliki kesempatan untuk mencari tempat yang baru. Dengan begitu, burung walet akan membangun kembali sarangnya dekat dengan sarang walet yang lama. Selanjutnya untuk waktu panen sarang burung walet sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari sampai siang hari ketika burung walet pergi mencari makan dan hindari melakukan panen diatas waktu itu karena burung walet tersebut sudah mulai kembali ke sarangnya.

Beberapa Cara / Teknik Panen Sarang Walet

Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan untuk memanen sarang burung walet, namun berikut ini kami bagikan 3 cara panen sarang burung walet yang dinilai paling efektif dan tidak berdampak atau tidak membuat burung walet menjadi stress, beberapa diantaranya adalah :

Pola Panen Penetasan

Dari beberapa pola panen yang ada, bisa dibilang metode atau cara panen penetasan adalah cara paling aman untuk indukan walet ataupu anak burung walet, namun untuk kualitas sarang walet yang dihasilkan masih belum sempurna. Untuk cara panen penetasan yaitu membiarkan burung walet bertelur, kemudian mengerami telurnya hingga menetas dan piyik atau anaknya tumbuh. Ketika usia anakan burung walet tersebut memasuki usia satu bulan atau lebih saat mereka sudah keluar dari sarangnya, maka Anda bisa mulai mengambil sarang walet tersebut. Meskipun sarang walet yang dipanen sudah terkena kotoran burung walet anakan, bisa diatasi dengan mencuci sarang burung walet terlebih dulu sebelum dipasarkan.

Pola Panen Rampasan

Cara panen selanjutnya adalah dengan panen rampasan dan untuk metode yang satu ini cukup beresiko untuk induk maupun anakan walet karena proses panen dilakukan langsung ketika sarang walet baru dibuat sebelum indukan burung walet meletakkan telur waletnya di sarang tersebut. Metode panen rampasan ini menghasilkan sarang walet dengan kualitas terbaik dan tinggi sebab belum terkontaminasi dengan kotoran dari anakan burung. Dikatakan beresiko karena induk walet akan mencari dan panik sebab tidak bisa mengeluarkan telurnya. Hal tersebut bisa diatasi dengan memanen sarang walet sesegara mungkin sebelum telur walet keluar, sehingga induk burung walet masih memiliki waktu untuk membuat sarang pengganti dengan cepat.

Pola Panen Buang Telur

Metode panen selanjutnya yaitu panen sarang walet dengan melakukan panen buang telur, sebelum bertelur, burung walet akan membuat sarang walet terlebih dulu. Kemudian ketika telur sudah menetas, sarang walet tersebut akan terkontaminasi atau tercemar oleh kotoran anak burung. Panen dengan metode ini juga memastikan bahwa sarang walet yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan unggul karena sarang walet diambil dan dipanen sebelum telur burung walet tersebut menetas.